ganbatte kudasai

Bismillah

Saat ujian datang untuk diriku sendiri.
Tak ada lagi dzat yang bisa kumintai pendapat selain kepadaNya…
Takkan pernah ada kelapangan jiwa tanpa seijinNya…

Dulu pun saya seperti kebanyakan rekan-rekan yang datang untuk berbagi kisahnya, suka berbagi kepada orang lain dengan harapan kegundahan hati dapat berkurang.

Sampailah pada sebuah titik balik saat saya menyadari tak ada lagi yang saya butuhkan selain اَللّهُ semata.

Seberat apapun ujian asalkan اَللّهُ tetap membimbingku, saya hanya merasa perlu menambah ilmu agar mencapai
‘titik ridho atas ketetapanNya’
Ketidak ridhoan atas keputusanNya terjadi akibat kurangnya IMAN bahwa اَللّهُ yang maha besar.

read more

Speechless

Hari ini banyak yang bertanya
“Kemarin nani dimana?
Tak terlihat hadir di rumah duka”

Mungkin ada yang mikir
“Ko’ jahat banget nani ga hadir saat tantenya berduka”

Saya mendampingi Nia saat masa kritis hingga اَللّهُ memintanya tuk kembali.
Saya berusaha membantu Nia sebaik saya bisa saat Nia ada, saya berusaha mendampinginya disaat-saat terberat hidupnya.

Demi اَللّهُ saya sedih tak bisa mendampinginya hingga diperistirahatannya yang terakhir
Mengingat saya sangat dekat dengan Nia. Hingga suara saya aja udah cukup membuatnya tertawa bahagia.

read more

Bersabar

Jangan bersedih ketika اَللّهُ menunjukkan kasih sayangnya,

karena “tanda sayang” tak selalu “indah” seperti yang engkau bayangkan

seperti orang tua dikala menjauhkan anak-anaknya dari marabahaya. Simak sabda Rasulullah tercinta ini 👇🏻

Dari Umar bin Al Khaththab RA berkata: Didatangkanlah para tawanan perang kepada Rasulullah SAW. Maka di antara tawanan itu terdapat seorang wanita yang susunya siap mengucur berjalan tergesa-gesa – sehingga ia menemukan seorang anak kecil dalam kelompok tawanan itu – ia segera menggendong, dan menyusuinya. Lalu Nabi Muhammad SAW bersabda: Akankah kalian melihat ibu ini melemparkan anaknya ke dalam api? Kami menjawab: Tidak, dan ia mampu untuk tidak melemparkannya. Lalu Nabi bersabda: Sesungguhnya Allah lebih sayang kepada hamba-Nya, melebihi sayangnya ibu ini kepada anaknya” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

read more

Buku bukan untukku

Bismillah…

satu tahun terakhir saya baru memperhatikan buku-buku yang saya baca, biasanya saya tidak begitu memperhatikan buku itu ditulis seorang ‘wanita’ ataukah seorang ‘pria’, disaat membaca saya hanya fokus terhadap ‘seberapa bermanfaat isi buku ini’.

tahun lalu saya membaca sebuah buku *saya lupa judulnya. Buku itu bertema “mengasah kemampuan berkomunikasi dengan orang lain”, baru 1/4 buku saya baca, ko’ rasanya buku ini lebih cenderung mengajarkan seni berkomunikasi kepada ‘kaum adam’… atau bisa dikatakan isi buku itu ‘lakiii banget’… ditengah kecurigaan saya sebagai seorang wanita, saya meyakinkan diri menebak bahwa buku itu ditulis oleh seorang “pria” saya haqqul yaqin sebelum memutuskan membaca siapa penulisnya. Dan benar saja kalau buku itu penulisnya seorang pria. #yesyesyes.

read more