Speechless

Hari ini banyak yang bertanya
“Kemarin nani dimana?
Tak terlihat hadir di rumah duka”

Mungkin ada yang mikir
“Ko’ jahat banget nani ga hadir saat tantenya berduka”

Saya mendampingi Nia saat masa kritis hingga اَللّهُ memintanya tuk kembali.
Saya berusaha membantu Nia sebaik saya bisa saat Nia ada, saya berusaha mendampinginya disaat-saat terberat hidupnya.

Demi اَللّهُ saya sedih tak bisa mendampinginya hingga diperistirahatannya yang terakhir
Mengingat saya sangat dekat dengan Nia. Hingga suara saya aja udah cukup membuatnya tertawa bahagia.

read more

Bersabar

Jangan bersedih ketika اَللّهُ menunjukkan kasih sayangnya,

karena “tanda sayang” tak selalu “indah” seperti yang engkau bayangkan

seperti orang tua dikala menjauhkan anak-anaknya dari marabahaya. Simak sabda Rasulullah tercinta ini 👇🏻

Dari Umar bin Al Khaththab RA berkata: Didatangkanlah para tawanan perang kepada Rasulullah SAW. Maka di antara tawanan itu terdapat seorang wanita yang susunya siap mengucur berjalan tergesa-gesa – sehingga ia menemukan seorang anak kecil dalam kelompok tawanan itu – ia segera menggendong, dan menyusuinya. Lalu Nabi Muhammad SAW bersabda: Akankah kalian melihat ibu ini melemparkan anaknya ke dalam api? Kami menjawab: Tidak, dan ia mampu untuk tidak melemparkannya. Lalu Nabi bersabda: Sesungguhnya Allah lebih sayang kepada hamba-Nya, melebihi sayangnya ibu ini kepada anaknya” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

read more

Buku bukan untukku

Bismillah…

satu tahun terakhir saya baru memperhatikan buku-buku yang saya baca, biasanya saya tidak begitu memperhatikan buku itu ditulis seorang ‘wanita’ ataukah seorang ‘pria’, disaat membaca saya hanya fokus terhadap ‘seberapa bermanfaat isi buku ini’.

tahun lalu saya membaca sebuah buku *saya lupa judulnya. Buku itu bertema “mengasah kemampuan berkomunikasi dengan orang lain”, baru 1/4 buku saya baca, ko’ rasanya buku ini lebih cenderung mengajarkan seni berkomunikasi kepada ‘kaum adam’… atau bisa dikatakan isi buku itu ‘lakiii banget’… ditengah kecurigaan saya sebagai seorang wanita, saya meyakinkan diri menebak bahwa buku itu ditulis oleh seorang “pria” saya haqqul yaqin sebelum memutuskan membaca siapa penulisnya. Dan benar saja kalau buku itu penulisnya seorang pria. #yesyesyes.

read more

I’m Books hoarder

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Saya senang membaca sejak saya SD, dikarenakan saya suka iri melihat teman yang tau tentang banyak hal, disitu jiwa kompetisi saya muncul, sejak ada internet, kecepatan saya membaca buku ini menurun drastis sejak akses internet semakin mudah, saya jadi terbiasa mencari informasi secara instant, jeleknya lagi, saya jarang menuntaskan buku yang sedang saya baca.

setiap kali saya membaca buku dan mendapatkan ilmu yang ‘mencerahkan’ disitu saya merasakan ‘endorphine’ yang sama dengan saat saya merasa falling in love… sehingga membaca buku menjadi moment me time yang seringkali saya rindukan.

read more

Kisah Gojek

‎ بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Minggu lalu saya ke Jakarta untuk mengikuti acara Speak To Change yang diadakan Akademi Trainer.

Niat banget ikutan acara itu sampai bela-belain nabung untuk bayar acara, tiket pesawat + apartemen selama di jakarta.

Yang pengen saya ceritain, tidak terkait dengan acara Speak To Change. Yang berakhir di hari minggu sore.

Senin pagi, sesuai dengan rencana saya pengen banget pergi ke GIIAS 2017 di ICE BSD, jauh banget kan itu dari jakarta barat ke Tangerang, tadinya mau naik GoCar, ngecek ongkosnya, barbie keder juga, PP Jakbar-Tangerang abis 1/2 juta….
Ow…ow..ow…
Ga bener itu mah,
Jadilah cek TransJakarta, ternyata halte nya dekat aja dari Apartemen Mediterania, jadi diputuskan berubah moda transportasi.
Salah satu pertimbangan selain ongkos yang mahal banget, tentu saja di waktu, kalau naik transjakarta pasti lebih cepat, karena hari itu hari terakhir di jakarta, dan masih ada beberapa destinasi yang ingin saya dan Uti kunjungi.

read more