Menyesal Itu….

Kutorehkan sesalku dalam tulisan ini,
Semoga menjadi pelajaran untuk teman-teman dimanapun berada.
Dulu waktu kuliah,
Sedih rasanya meninggalkan kedua orang tuaku di kampung halaman,
Dikala jauh dr mereka, selalu terbersit dihati ini
‘jika pulang kampung ingin kujaga kedua orang tuaku dengan sepenuh hati’
Ternyata ketika pulang liburan,
saya sibuk menghabiskan waktu dengan teman-teman,
Sibuk dengan urusan diri sendiri,
(ngacung untuk rekan rekan yang PERNAH punya kelakuan begini)

Jangankan tuk membantu pekerjaan bapak dan ibu,
Meluangkan waktu tuk sekedar bercengkrama dan menemani mereka makan malam saja jarang kulakukan.
Kuputuskan tuk bekerja di kampung halaman karena ingin dekat dengan kedua orang tuaku,
Dengan niat lagi-lagi ingin menjaga keduanya…
Ternyata saya terlalu sibuk dengan urusan pekerjaan yang amat kusukai,
Menghabiskan waktu di kantor dan juga di proyek,
Jarang pulang makan siang bersama keluarga,
Bahkan tak jarang saya merasa jengah dengan pertanyaan yang orang tua saya ajukan,
Pertanyaan yang terkesan tidak penting dan basa basi,
Mau kemana nak?
sudah makan nak?
Baru pulang nak?

Allah SWT menegur keangkuhanku dengan caraNya,
Terkadang dengan sombongnya diri ini amat sangat yakin
bahwa Tuhan selalu memudahkan jejak langkahku dibumiNya,
Iya…
Keimananku menjadi bumerang bagiku,
Keimananku membuatku sombong & takabur,
Teguran ini mengingatkanku akan kekuasaanNya,
Allah mengujiku melalui orang tuaku yang jatuh sakit 4 hari sebelum keberangkatan kami ke tanah suci.

Menyesal?????
tentulah saya menyesal,,,
Tapi bukan ‘umroh’ yang saya sesali.

Saya menyesal tak menjaga bapak & ibu saya dengan pelayanan yang terbaik,
Saya menyesal tidak begitu perhatian dengan asupan makanan untuk orang tuaku,
Saya menyesal tidak banyak membantu orang tuaku untuk mencuci & menyetrika pakaian mereka.
Saya menyesal tidak meluangkan banyak waktu untuk sekedar bercengkrama dengan bapak dikala sehat.

Dikala beliau sakit barulah saya sadari terlalu banyak moment yang saya lewatkan tentang orang tuaku,
Saya rindu memasak dan ditemani beliau yang sabar menanti,
Saya rindu dengan pertanyaan beliau
‘masak apa nak?’
Tanpa pernah bertanya
‘masaknya masih lama?
bapak sudah lapar’

Tak jarang beliau sampai tertidur menanti makanan yang belum siap karena saya terlambat memasak.
Tanpa pernah protes,
beliau selalu memakan apapun yang saya siapkan.
Tak jarang saya hanya menyiapkan makanan ala kadarnya dan kubiarkan bapak menyantap makan malamnya seorang diri,
Saya rindu membawakan payung ke mesjid untuk bapak dikala hujan turun
Saya rindu menanti bapak pulang dari mesjid dan langsung menuju meja makan untuk makan malam.

Menyesal….
Sumpah saya menyesal kawan,,,
dada ini terasa sesak oleh sesal tanpa tepi.
Ketika beliau sakit barulah saya lebih perhatian terhadap semua kebutuhan orang tuaku,
Membersihkan kamar & kamar mandi orang tuaku,
Menyiapkan pakaian bapak,
Memasak lebih teratur,tepat waktu & dengan menu yang lebih sehat,

Sebelum bapak sakit,
Terkadang saya merasa terlalu sibuk untuk membantu bapak dan ibu,
Saya merasa tak punya waktu untuk menemani mereka sarapan,
makan siang dan makan malam,

Setelah bapak saya sakit,
Ternyata saya bisa meluangkan waktu untuk menyiapkan makan,
Ternyata saya bisa meluangkan waktu untuk menemani bapak sarapan,
makan siang dan makan malam,
Ternyata saya bisa meluangkan waktu untuk bercengkrama dengan kedua orang tuaku,
Dan semua itu tidak mengganggu semua urusan ‘Duniaku’
Semua urusan duniaku tetap berjalan lancar
Jika diri ini mau jujur…
Sebenarnya kita punya banyak waktu untuk bersama dengan orang tua,
Hanya saja selama ini kita yang tak mau meluangkan waktu untuk bersama dengan orang tua.
Jangan tunggu orang tuamu terkapar tak berdaya baru engkau mau menyisihkan waktu untuk memperhatikan mereka,
Terlambat kawan…
Sungguh sudah terlambat kawan….

10 april 2012 Seharusnya hari ini kuinjakkan kakiku di tanah suci untuk kedua kalinya,
Tapi ini rencana kami sebagai seorang hamba,
rencana yang hanya bisa diestimasi dengan perhitungan manusia.
9 April 2012 Tanggal yang saya, ibu & bapak pilih untuk menjalankan ibadah umroh
Tanggal yang paling tepat sesuai dengan jadual kami bertiga.
Tapi ternyata Allah berkehendak lain,
Tuan rumah menunda kedatangan kami dengan caraNya yang tidak terduga.
Tekanan darah bapak naik dan menyebabkan stroke ringan,
Tubuh bapak bagian kiri sangat lemah,
butuh waktu 2 minggu untuk pengawasan,
Dan butuh waktu 1-2 bulan untuk proses recovery.

Untuk kawan-kawan yang masih memiliki orang tua dalam keadaan sehat,
Sisihkanlah waktu yang lebih banyak & lebih berkualitas untuk bersama dengan orang tua,
Perhatikanlah semua perubahan sekecil apapun terhadap kesehatan mereka,
Karena bisa jadi perubahan kecil itu menjadi pertanda adanya penyakit pada kedua orang tua kita,
Karena orang tua tak sama dengan kita yang terlalu mudah mengeluh.
Jangan sampai kalian menyesal kawan…
Karena orang tua kita tak selamanya ada…
Salam hormat saya untuk kedua orang tua kalian

Nani Adam 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *