Nonstop writing

Menulis non stop

Tema ini diangkat oleh sebagian penulis pemula…
Silakan di cek di akun-akun kompasianer…
Rata-rata pernah mengangkat tema ini dalam tulisannya 😊
Termasuk saya jadi ikut-ikutan.

Disuatu kesempatan saya meminta seorang teman yang berprofesi sebagai wartawan untuk membaca blog saya guna mengetahui seperti apa pendapatnya tentang bahasa penulisanku.
Dia berpendapat bahwa tulisanku “sudah enak dibaca & mudah difahami” hanya perlu mencari tema tulisan concern kearah mana… (Berbunga-bunga mendengar komennya, sukka deh #senyumsenyum😊😊) dia juga menyarankan untuk latihan menulis non stop tanpa diperbaiki.

Saran salah seorang kompasianer yang sudah terverifikasi biru, dia menyarankan untuk memaksakan diri menulis dalam waktu 20 menit non stop,
ga boleh dibaca ulang untuk diperbaiki,
ga boleh menekan backspace/delete,
ga boleh memperbaiki tulisan yang salah ketik.
Pokoknya tulis aja yang mau anda tulis…
Ya mirip-mirip kereta api jalan terus ga boleh mundur…
Saya biasa menulis di blog, namun hanya untuk konsumsi pribadi dan orang-orang terdekat aja, tulisan saya belum memasuki ranah opini tentang isu-isu aktual. Hanya tulisan ngalor ngidul suka-suka saya.
Semalam mencoba menulis non stop 20 menit, ternyata 20 menit terlalu singkat bagi saya menuangkan ide menjadi tulisan.

“Writing is a part of healing”
Saya sangat setuju dengan Quote diatas, bagi saya menulis itu menyenangkan, saya udah terbiasa menulis diary sejak SD walaupun ga rutin, lebih menyenangkan lagi ketika mengetahui bahwa tulisan saya bisa bermanfaat untuk orang lain.
Saya yakin bahwa yang rajin membaca pastilah bisa menuangkan ide dalam bentuk tulisan….

Ciri orang introvert emang begitu suka mambaca & menulis.

PhotoGrid_1432188789429

Never give up
Bumi Allah minggu pagi yang sedikit berkabut
\(^^,)/

Copas dari note yang ditorehkan 20 september 2015

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *