Stroke (Part 1)

Kamis, 5 april 2012

Hari yang tidak akan terlupakan dalam hidupku.
Sekitar jam 12.00 wita hp saya berdering..
Diujung telpon terdengar suara adik ipar saya
Elis : “ka, tensi bapak tinggi, tolong bawa bapak kerumah sakit…”
Perasaan saya mulai tidak nyaman & yakin ini pasti bukan perkara sepele.

Secepatnya saya pulang menuju rumah, dan saya dapati bapak saya yang terbaring lemah, bicaranya juga mulai tidak jelas.
Dalam keadaan lemah Bapak masih bisa berjalan menuju mobil.
Setibanya di IGD rumah sakit, dokter segera melakukan observasi awal…
Dengan menanyakan beberapa pertanyaan ke bapak.
Dokter meminta bapak untuk mengangkat kedua tangannya bersamaan & bapak mengangkat kedua tangannya namun terlihat tangan kiri bapak bergerak lenih lambat dari tangan kanannya.
Kemudian dokter meminta bapak untuk mengangkat kaki kanannya lalu diturunkan, lalu kaki kirinya dan bapak mengangkat kaki kirinya tidak sebaik bapak mengangkat kaki kanannya.

Dokter juga menanyakan beberapa pertanyaan ke bapak untuk mencari tahu apakah bapak berbicara pelo atau tidak serta untuk mengetahui memori beliau…

Semua yang dilakukan dokter tersebut ternyata merupakan observasi awal untuk mengetahui gejala stroke.

Ya hari kamis tanggal 5 april 2012 merupakan awal saya belajar mengenai STROKE

Sebenarnya penyakit stroke ini sudah sering saya dengar, saya pun pernah melihat penderita stroke, tapi saya tidak tahu seberapa besar dampak penyakit ini terhadap penderita & keluarganya.

Akhir desember 2011 paman saya juga terserang stroke, itupun saya yang mengantar ke rumah sakit. Namun bagi paman saya itu merupakan stroke pertama, beliau butuh waktu sekitar 1 bulan untuk pulih. Karena dampak kerusakan pada serangan strokenya tidak banyak maka paman saya berhasil pulih dengan baik. Satu-satunya keluhan yang belum hilang hanya rasa ‘kebas’ di pipi kirinya.

Bagi bapak saya serangan stroke pada april 2012 ini merupakan serangan kedua. Serangan pertama terjadi sekitar oktober 2006, beliau dirawat di Rumah sakit sekitar 1 minggu, setelah itu beliau pulih seperti sediakala, tak terlihat ada perbedaan antara sebelum dan sesudah beliau terserang stroke.
Dikala itu posisi saya masih di jogjakarta untuk menyelesaikan skripsi.
Jadi saya tidak melihat secara langsung ketika bapak saya terserang stroke, saya pikir stroke itu biasa saja, karena ketika saya pulang dan menemui bapak di rumah sakit, saya melihat bapak saya seperti orang sehat yang dipasangi infus. Beliau terlihat normal tanpa kurang suatu apapun.

Bersambung… Kapan-kapan😁 inshaAllah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *