Belajar Bersyukur dari costumer

Saya membuka handphone yang saya silent sepanjang tidur siang.
Ada beberapa sms, whatsapp dan BBM yang masuk mengantri meminta di balas.
Yang istimewa ada satu sms yang menanyakan tentang tiket untuk Rute Balikpapan – Semarang tanggal 2 Februari 2016.
Orang ini mendapat nomor hp saya atas rekomendasi temen sekantor di BLH yang desember kemarin membeli tiket liburan keluarganya di travel pribadi saya.
Mengingat ini costumer yang datang atas promosi dari temen jadilah saya tak boleh melayani setengah hati, karena temen ini merekomendasikan travel saya tanpa saya minta, alhamdulillah dapat promosi gratisan.
Setelah beberapa kali sms an akhirnya kami sepakat bahwa tiket di booking untuk 2 orang dewasa dan 1 orang anak-anak.
Sepanjang sms an saya lupa menanyakan yang sms mba / mas, ya sudahlah ntar juga orangnya mau ke rumah mengantarkan uang dan menjemput tiketnya.
Sebenarnya travel yang saya jalankan lebih ke personal shopper, rekan-rekan hanya memesan dan terima beres, dimana komunikasi hanya via sms, telp, bbm dan whatsapp, dana tinggal transfer dan tiket hanya saya email. jaaaaarang banget yang beli tiketnya offline alias ditungguin didepan mata saya.
Bada isya tamunya datang mau bayar tiket, seorang ibu yang terlihat muda bersama seorang lelaki (yang saya kira suaminya)dan seorang anak kecil. Ternyata lelaki itu kakak iparnya #WesGaPentingInfoIni
Saya pun memproses tiketnya diteras rumah sambil bercerita-cerita dengan tamu saya ini…

read more

Cerita tentang DIMAS

Lama pengen nulis tentang teman baru saya yang setia luar biasa.

Kisah dibaliknya sudah di tulis tapi belum kelar. Nanti di posting menyusul.

Yang ini saya upload dulu sebelum ceritanya terlalu basi.

PhotoGrid_1453217353600

Ini photo perdana “si putih” yang saya jepret sendiri sesaat sebelum saya membawanya pulang… Sempat ragu-ragu, berani atau tidak membawa sendiri “si putih” pulang ke rumah. Udah biasa bawa mobil PP grogot balikpapan. Tapi ini mobil baruuuu…😂

Setelah mencoba maju dan mundur di areal dealer, saya haqqul yaqin berani bawa sendiri mobil ini pulang. Karyawan dealer menatap saya dengan pandangan tidak yakin klo saya ini bisa bawa mobil, salah seorang dari mereka bahkan bertanya kepada mba ning “mba beneran temennya bisa bawa mobil?” mba ning menjawab “ya iya lah mas, dia biasa bawa mobil PP grogot penajam” mba ning memang selalu membela diriku 😍.

read more

Aurat Lelaki

Bismillah…
Wanita buka aurat dibahasnya lama…
Dijadiin buku tebalnya kayak bantal…
Di jadiin bahan ceramah berjam-jam…

Laki-laki buka aurat ga ada yang bahas,
ustadz-ustadz juga tidak mengingatkan.
Sebenarnya laki-laki faham/tidak batasan auratnya???
Sesama lelaki juga wajib kali saling mengingatkan.
Padahal laki-laki itu imam lho…
‪#‎GagalFaham‬
‪#‎Mas‬“pak”auratnyaBerhamburan

Screenshot_2016-01-16-22-45-13-1

Hari Terakhir di 2015

Tak sengaja bertemu teman-teman Pengajar Muda angkatan IX di warung nasi uduk Pak Yoga, dihari itu saya berjumpa dengan Rif’at Darajat, Riama dan Anggie.
Awalnya saya mendengar pembicaraan mereka dengan Pak Yoga, saya hanya butuh waktu 5 menit untuk mengenali mereka adalah Pengajar Muda. Saya pun memperkenalkan diri dan mereka memberi kartu nama, kebetulan saya tidak membawa kartu nama di hari itu.
Mereka berjalan kaki dari pendopo bupati hanya untuk pergi membeli nasi uduk didepan Inspektorat, saya faham sekali atas keterbatasan fasilitas yang dimiliki rekan-rekan Pengajar Muda, mereka tidak memiliki kendaraan bermotor, biasanya mereka pinjam sana sini, saya mengikuti perkembangan Indonesia Mengajar sejak angkatan I, pada awalnya saya juga rada bingung, harus senang atau tersinggung dengan masuknya program Indonesia Mengajar di Kabupaten Paser, seneng karena Program yang Keren ini nyampe di kampungku😂, tersinggung karena Indonesia Mengajar memilih kabupaten pesisir yang tertinggal😅.
Setelah pertemuan dihari itu, komunikasi kami berlanjut via telp, SMS, Line dan Whatsapp.
Mereka meminta saya untuk menjadi volunteer di hari Kelas Inspirasi yang akan diadakan pada tanggal 3 Agustus 2015. Saya sudah menyatakan setuju untuk ikut bergabung menjadi salah satu ‘Guru Sehari’… Ternyata saya berhalangan di hari itu yang menjadi hari pembukaan Diklat PIM IV di Malang, batal lah saya bertemu dengan mereka ber 10.
Setelah berkali-kali mengatur jadual untuk bertemu, akhirnya kami berjumpa juga ketika mereka datang silahturahmi ke rumah. Hanya Mei yang tidak datang dihari itu sebab dia sedang berada di Jakarta.
Saya berjanji dengan mereka untuk mengajak mereka jalan-jalan ke air terjun Doyam Seriam…
Susah sekali menemukan jadual yang tepat untuk jalan-jalan bareng, kadang saya nya siap, mereka tidak lengkap, mereka lengkap, saya nya yang tidak siap.
Akhirnya setelah kepepet, mereka mengosongkan jadual khusus untuk jalan-jalan dengan saya di tanggal 31 Desember 2015, hari terakhir di 2015. Tanggal 1 Januari 2016 mereka udah otw ke Balikpapan dan tanggal 3  ke Jakarta.
Saya hanya menyiapkan 1 mobil, tadinya tante saya akan meminjamkan mobilnya, ternyata di hari H mobil beliau sedang digunakan. Untunglah ada mobil bapak yang stand by dan bisa kami gunakan, kasian juga kalau ada yang naik motor.
Jadilah kami berdesak-desakan dalam 2 mobil ber 11 orang, saya + 9 PM (minus Fajri yang lagi sakit) + 1 volunteer fotografer mas Tanto.
Rencana awal kami start jam 9 pagi, ini itu ini itu jadilah molor, jam 11.00 baru on the way menuju kuaro. Kami parkir mobil di rumah kakaknya pak Erawan (tour guide Doyam Seriam) dan ganti mobil naik hartop Pak Erawan, karena ga mungkin menuju air terjun pakai mobil kota.
Mereka seneng banget jalan-jalan naik Hartop, di tengah jalan turun hujan yang deraaaas banget, semua gadget (handphone, kamera dan kawan-kawannya) kami amankan dalam drybag milik Fidella (dia tugasnya di Tanjung Aru, jadi cuma dia yang bawa dry bag hehehehe…)
jalanan juga jadi horor banget, kami basah kuyup….

read more