Hari Terakhir di 2015

Tak sengaja bertemu teman-teman Pengajar Muda angkatan IX di warung nasi uduk Pak Yoga, dihari itu saya berjumpa dengan Rif’at Darajat, Riama dan Anggie.
Awalnya saya mendengar pembicaraan mereka dengan Pak Yoga, saya hanya butuh waktu 5 menit untuk mengenali mereka adalah Pengajar Muda. Saya pun memperkenalkan diri dan mereka memberi kartu nama, kebetulan saya tidak membawa kartu nama di hari itu.
Mereka berjalan kaki dari pendopo bupati hanya untuk pergi membeli nasi uduk didepan Inspektorat, saya faham sekali atas keterbatasan fasilitas yang dimiliki rekan-rekan Pengajar Muda, mereka tidak memiliki kendaraan bermotor, biasanya mereka pinjam sana sini, saya mengikuti perkembangan Indonesia Mengajar sejak angkatan I, pada awalnya saya juga rada bingung, harus senang atau tersinggung dengan masuknya program Indonesia Mengajar di Kabupaten Paser, seneng karena Program yang Keren ini nyampe di kampungku😂, tersinggung karena Indonesia Mengajar memilih kabupaten pesisir yang tertinggal😅.
Setelah pertemuan dihari itu, komunikasi kami berlanjut via telp, SMS, Line dan Whatsapp.
Mereka meminta saya untuk menjadi volunteer di hari Kelas Inspirasi yang akan diadakan pada tanggal 3 Agustus 2015. Saya sudah menyatakan setuju untuk ikut bergabung menjadi salah satu ‘Guru Sehari’… Ternyata saya berhalangan di hari itu yang menjadi hari pembukaan Diklat PIM IV di Malang, batal lah saya bertemu dengan mereka ber 10.
Setelah berkali-kali mengatur jadual untuk bertemu, akhirnya kami berjumpa juga ketika mereka datang silahturahmi ke rumah. Hanya Mei yang tidak datang dihari itu sebab dia sedang berada di Jakarta.
Saya berjanji dengan mereka untuk mengajak mereka jalan-jalan ke air terjun Doyam Seriam…
Susah sekali menemukan jadual yang tepat untuk jalan-jalan bareng, kadang saya nya siap, mereka tidak lengkap, mereka lengkap, saya nya yang tidak siap.
Akhirnya setelah kepepet, mereka mengosongkan jadual khusus untuk jalan-jalan dengan saya di tanggal 31 Desember 2015, hari terakhir di 2015. Tanggal 1 Januari 2016 mereka udah otw ke Balikpapan dan tanggal 3  ke Jakarta.
Saya hanya menyiapkan 1 mobil, tadinya tante saya akan meminjamkan mobilnya, ternyata di hari H mobil beliau sedang digunakan. Untunglah ada mobil bapak yang stand by dan bisa kami gunakan, kasian juga kalau ada yang naik motor.
Jadilah kami berdesak-desakan dalam 2 mobil ber 11 orang, saya + 9 PM (minus Fajri yang lagi sakit) + 1 volunteer fotografer mas Tanto.
Rencana awal kami start jam 9 pagi, ini itu ini itu jadilah molor, jam 11.00 baru on the way menuju kuaro. Kami parkir mobil di rumah kakaknya pak Erawan (tour guide Doyam Seriam) dan ganti mobil naik hartop Pak Erawan, karena ga mungkin menuju air terjun pakai mobil kota.
Mereka seneng banget jalan-jalan naik Hartop, di tengah jalan turun hujan yang deraaaas banget, semua gadget (handphone, kamera dan kawan-kawannya) kami amankan dalam drybag milik Fidella (dia tugasnya di Tanjung Aru, jadi cuma dia yang bawa dry bag hehehehe…)
jalanan juga jadi horor banget, kami basah kuyup….

Kami singgah di pondok dekat parkiran mobil untuk ngemil-ngemil sambil menunggu hujan reda.

Ditengah kesibukan kami mengamankan tas-tas agar tak basah, si Anggi memecah kesunyian…

Anggi : hey teman-teman… Kalian tau ga siih???
Kami : tau apa…? #bengong
Anggie: tadi itu aku takut bangeeet…..
Lalu Anggie menangis…😭😭😭

Airmata ketakutannya tertutupi air hujan

Pada saat hujan deras, mobil hartop yang kami tumpangi memang tidak berhenti, sepanjang jalan yang menanjak dan rusak banget Anggie memang lebih banyak terdiam dan melamun, ternyata dia ketakutan, saya juga takut banget sebenarnya, secara saya yang penanggung jawab jalan-jalan hari itu, ngeri-ngeri juga klo hartopnya melongsor ke jurang…

Setelah hujan reda kami melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju air terjun, Saya sudah menduga pasti air terjun bakal banjir melihat hujan yang sangat deras, yang saya cemaskan klo temen-temen jadi kurang menikmati jalan-jalan kali ini, padahal kami sudah membawa pakaian ganti untuk mandi-mandi. Ternyata melihat kondisi banjir, tak mungkin untuk menyusuri air terjun yang bertingkat itu, air terjunnya seperti Tsunami, saya sampai takut jangan sampai ada rekan yang hanyut, kami menanti air surut hingga 1 jam, tapi tetap saja debit airnya terlalu berbahaya untuk dilalui, apalagi di kolam besar yang berada ditingkat paling bawah, air terjun dilantai 5 saja terlihat seperti Tsunami.

Kami memutuskan untuk pulang aja dan nyebur di anak sungai yang airnya sudah tidak deras lagi, walaupun kolamnya tidak cukup besar untuk berenang, jadilah untuk bersenang-senang…. Cebar cebur hampir 1 jam.
Foto-foto hanya ada di GoPro Tanto. Karena semua hp kami amankan….
Pak Erawan termasuk yang kecewa karena ga bisa membawa kami keliling air terjun.

Diperjalan pulang, Anggi, Rif’at, Adam, Riama dan Bayu bercerita banyak tentang pengalaman kecil mereka… Menyenangkan sekali jalan-jalan dengan mereka ini.
Mobil yang satu lagi meluncur duluan ke grogot, saya dan kawan-kawan masih singgah sholat dan makan siang yang kesorean dulu di kuaro.
Setelah seharian jalan-jalan, saya baru tiba di rumah hampir jam 7 malam.

Alhamdulillah dapat kesempatan untuk jalan-jalan dengan Pengajar Muda angkatan IX, yang menjadi penutup program Indonesia Mengajar di Kabupaten Paser selama 5 tahun.

Lanjutkan mimpi-mimpi kalian kawan…
Terima kasih sudah berbagi untuk anak-anak di pelosok negeri…
Kalian menancap banyak mimpi dan inspirasi di anak-anak ini…
InshaAllah….

1910066_10206611567462009_5592950262663070099_n

Foto-foto ini saya ambil dari Fb Tanto… Yang lain belum di upload.

Bada isya Adam Hastara dan Tanto datang balikin mobil, mereka bawain saya kenang-kenangan, yeeeey….🎉🎉

20160104_070152-1

Demikian Catatan Hari terakhir di tahun 2015 Pengennya ditulis lebih detail. Tapi ini aja dah panjang banget

Update

Screenshot_2016-01-03-14-14-56-1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *