Hari Arafah dan Lailatul Qadr

Bismillah…

Pertama kali belajar tentang Keutamaan Lailatul Qadr pada saat saya kelas 2 SMP, dikala itu guru agama saya Ibu Hartini menjelaskan tentang Lailatul Qadr hingga beliau menangis,
beliau menangis ketika bulan ramadhan berlalu…
Di hari itu saya terpesona😍,
dimana beliau menjelaskan bahwa malaikat turun bertebaran di muka bumi di malam Lailatul Qadr…
Malam yang lebih baik dari 1000 bulan…
Sejak hari itu saya selalu ingat dengan 10 malam ramadhan terakhir.
Saya bertekad untuk bisa menemukan malam Lailatul Qadr….

Sayangnya hampir setiap tahun saya ga pernah mendapati full 10 malam terakhir ramadhan….
Dengan keterbatasan ilmu pengetahuan saya tentang perkara agama ini, saya pikir malam Lailatul Qadr hanya untuk mereka-mereka yang dalam keadaan suci…
Astagfirullah…

Berapa ramadhan saya lalui tanpa ilmu…
Berapa kali Malam Lailatul Qadr saya lewatkan tanpa ibadah…
Tahun ini saya bertekad untuk tetap menghidupkan 10 malam terakhir ramadhan dengan amalan-amalan yang tidak terlarang dikerjakan…

Kemarin malam, malam ke 21 ramadhan, di malam ke 21 ramadhan ini saya menyadari perkara penting, penting banget…
Yang tak terpikirkan sebelumnya

Ternyata malam Lailatul Qadr itu persiiiis dengan hari Arafah
Kira-kira perbedaannya sebagai berikut:

Hari Arafah
1. Waktunya singkat sejak dzuhur-magrib (sekitar 6 jam)
2. Tempatnya hanya di padang Arafah (pengampunan dosa terbanyak bagi seluruh jamaah haji yang wukuf)

Lailatul Qadr
1. Waktunya lebih panjang, sejak isya-terbit fajar (sekitar 10 jam), karena kita tidak tau pasti datangnya kapan, anggap aja di 10 malam terakhir jadi sekitar 100 jam
2. Tempatnya diseluruh bagian bumi Allah, semua hambaNya bisa mendapatkan keistimewaan malam 1000 bulan ini.

Hampir setiap tahun saya membaca keutamaan Lailatul Qadr, baru tahun ini saya menyadari bahwa ibadah di malam itu tak melulu hanya diisi dengan sholat dan membaca Al Qur’an, tapi juga bisa dengan berdzikir, berdo’a, membaca istigfar dan shalawat, mendengarkan taklim, semua perkara yang mendekatkan kita dengan Allah yang mendatangkan pahala,
dan pahalanya = ibadah 1000 bulan, kurang lebih 80 tahun (andaikan 10 tahun selalu dapat lailatul qadr, berarti pahala ibadah 800 tahun bisa kita dapatkan)

Mengutip perkataan Syaikh Ibnu Baz

Screenshot_2016-06-25-22-15-21-1

InshaAllah takkan terlewatkan malam Lailatul Qadr jika kita menghidupkan seluruh 10 malam terakhir bulan ramadhan…
InshaAllah…

Semoga keluar dari ramadhan dalam keadaan jiwa yang baru…

💕22 Ramadhan 1437💕

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *