WEEKLY JOURNAL #2

‎ بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Yeeey… sudah memasuki minggu ke-2 di tahun 2017.
Minggu ini hampir setiap hari dihiasi hujan, paling seneng klo hujannya pagi, jadi ga perlu apel
Kegiatan istimewa di minggu ini adalah ikutan survey ke desa-desa, lumayan sekalian liat-liat pemandangan yang ijo-ijo.

Hari sabtu saat survey di desa, kami singgah melepas lelah di warung gorengan, setelah membayar jajanan yang kami makan, kami berniat buru-buru pamit, ternyata ibu Sri pemilik warung bercerita tentang anak sulungnya seorang laki-laki, satu-satunya anak lelaki yang beliau miliki dari 4 orang anak, anaknya meninggal diusia 26 tahun, kebayang donk sedihnya sang ibu, anaknya kembali kepangkuan Ilahi di umur produktif, beliau bercerita bahwa putra sulungnya itu seorang anak yang tinggi sekitar 180 cm dan wajahnya seperti bule, dia anak yang berbakti, lulusan pertambangan dan bekerja diperusahaan tambang di tenggarong dengan penghasilan lumayan, anaknya pergi seminggu setelah menerima SK dengan status karyawan pusat dari perusahaan tersebut.

Kami pikir anaknya meninggal akibat kecelakaan, ternyata anak itu hanya memiliki riwayat sakit maag, sebelum meninggal dia pulang kerumah orang tuanya karena bertepatan dengan jadualnya libur kantor, dirumah dia sempat sakit hingga dirawat di Rumah sakit, sang ibu sampai menjual mobilnya untuk biaya pengobatan sang anak, keadaan membaik dan akhirnya dibolehkan untuk pulang kerumah, berselang beberapa hari, sang anak berbaring dan dia minta berbaring dipangkuan ibunya, saat itu sang anak sudah sehat, sambil mengusap kepala sang anak, si ibu bercakap-cakap dengan sang anak, dan ibu berkata “banyak-banyak istigfar nak…”
Sang anak masih sempat menanggapi sambil menggenggam tangan ibunya,
Tiba-tiba genggaman itu terlepas, sang ibu pun kaget dan memanggil anaknya, memeriksa denyut jantung dan nafas, ternyata sang anak telah pergi menghembuskan nafas terakhirnya…
Sang ibu pun menjerit histeris “Ya اَللّهُ kenapa engkau ambil anakku…”
Saat itu hanya ada mereka berdua di rumah, sambil menunjuk ke dalam rumahnya, ibu itu berkata kepada saya “anak saya pergi dikamar itu mba, diatas pangkuan saya.. setiap kali melihat anak lelaki seumuran dia, saya jadi merindukannya…”
Saya pun bertanya “kapan bu anak ibu pergi?”
“Sudah 4 tahun yang lalu mba, dia anak dari suami pertama saya, setelah berpisah saya menikah lagi dan mendapat 2 orang anak wanita, saat anak saya meningga bapaknya datang dari balikpapan dan menangis histeris sambil memeluk saya…”
“Gaji pertamanya di kasih kesaya mba, gaji kedua untuk jajanin adik-adiknya, gaji ketiga baru dia gunakan sendiri, gaji keempat dia berikan lagi untuk saya… anak saya gagah mba, tinggi seperti orang perancis”

Saya pun tidak tega buru-buru pergi tanpa mendengarkan cerita sang ibu tentang anak kesayangannya…
Sang ibu berkata “dikala itu, rasanya saya marah sekali kepada اَللّهُ anak saya yang baik diambil secepat itu, tapi ya sudah rencanaNya, saya selalu ingat anak saya setiap kali melihat yang seumuran dengannya…”

Setelah sang ibu selesai bercerita, kami pun berpamitan, minimal dengan telinga ini saya sudah meringankan beban hatinya yang rindu kepada sang anak…

Mungkin itu cerita yang paling berkesan di minggu ini.

Agenda lain yang saya lakukan diminggu ini adalah
“kembali menjemput rejeki lewat wara-wiri di dunia maya”

kali ini saya SERIUS dan AMBISIUS dengan target saya didunia maya, sudah saatnya merintis sesuatu step by step dengan tekun. *semogaIstiqomahYa اَللّهُ

Saya memutuskan meniti jalan حَلاَلً, tanpa bantuan cara”hacker, bakal lama,  اِ نْ شَآ ءَ اللّهُ berkah deh deh dengan perjuangan ini.
Akibat terlalu ambisius, saya di banned 3 hari, but its OK…
Sabar…sabar…ini ujian…memang menyakitkan

Untuk minggu ini saya belum membaca 2 buku seperti resolusi 2017, ini harus di catat sebagai utang. Bersrti minggu ke-3 saya wajib membaca 4 buku.
#+%^£¥}+<%$@$&

Sekian weekly journal for this week

17 Rabiul Akhir 1438

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *