zero mind process

‎ بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Pernah ga sih kalian bertanya-tanya,

Kenapa kita diberi penyakit yang ga ketahuan penyebabnya?
Ga ketahuan gimana menyembuhkannya dan kapan penyakitnya pergi meninggalkan kita?

Kenapa kita “dijepit” dalam suasana yang membuat kita ga nyaman, ga suka dan ga pernah kebayang akan mengalaminya?

Kenapa kita dipertemukan dengan seseorang yang ternyata jadi “troublemaker” dalam hidup kita?

Kenapa-kenapa dan kenapa kejadian aneh-aneh, dari yang bikin seneng banget, kesel banget sampai bikin depresi banget terjadi dalam hidup kita?

Kenapa “KITA” yang اَللّهُ pilih untuk mengalami kejadiannya?

Dan masih banyak “kenapa-kenapa” yang bersiliweran dalam pikiran kita hingga terkadang kita lelah berusaha mencari jawabannya…

Ada kalanya saya lelah mencari jawaban dari setiap kejadian dan lebih memilih berkata “ya sudah laaah…”
Ternyata “ya sudah lah…” ini…
Cukup manjur untuk membantu menyelesaikan masalah…

Dimana kita sudah tidak lagi peduli mo seperti apa kejadian selanjutnya, saya suka menggunakan istilah “Zero Mind Process” saat kita pasrah menyerahkan sepenuh hati kepada sang Pencipta (biasanya pasrah klo skenario pribadi ga ada yang berhasil, baru ingat klo “tak berdaya tanpa seijinNya”… hehehe… yang sering begini, boleh ngacung jari)

Ibarat kalian melihat anak kecil yang sedang menangis, dirayu-rayu dengan berbagai macam rayuan gombal dan tak mempan membungkam tangisnya…
Akhirnya kalian lelah dan memutuskan “meninggalkannya” menangis hingga lelah…
Kira-kira begitulah saat kita merasa had no idea to solve the problem…

Karena hikmah dari setiap “penyakit”, “pertemuan”, “kejadian”, “perpisahan”, “permusuhan”, “pertemanan” tak selalu terlihat hikmahnya sesaat setelah terjadi…

Bisa jadi beberapa minggu atau bulan bahkan beberapa tahun yang akan datang pasca kejadian, barulah kalian sadar “Oooooh…. ternyataaaa اَللّهُ pengen saya belajar dengan cara seperti iniii….. hmmm… I see I see,,,”

Ada kalanya اَللّهُ ingin “KITA” jadi “PEMERAN UTAMA” dari suatu kejadian, karena اَللّهُ ingin mengajarkan kita tentang “RASA”, “RASA” dimana kita sedang diposisi itu…
Keputusan seperti apa yang akan kita ambil dalam keadaan seperti itu…
“RASA” jika kejadian seperti itu dialami oleh orang-orang disekitar kita…
Sanggupkah kita membantu untuk sumbang saran dalam menghadapi problemnya?
Percaya deh, ketika saran itu keluar dari mulut seseorang yang udah pernah mengalami kejadian yang sama dan berhasil survive…
Itu lebih maaaanjur daripada saran seorang psikolog ternama + berpengalaman tapi dia tak pernah mengalami kejadiannya.

Dulu saya sering mengajukan protes kepada اَللّهُ atas banyak kejadian yang saya ga sukkaa…
Dan yang cukup mengesalkan bahwa kejadian yang membuat hati saya tak nyaman itu datangnya dari orang lain disekitar saya, saya bukan pemeran utama, saya hanya pihak kesekian yang ikut terkena imbas dari kesalahan orang lain. Yang terpaksa ikut memikirkan “seperti apa jalan keluarnya”
Hingga saat ini pun masih seperti itu, tapi saya sudah menyikapi dengan lebih bijak, yang pertama saya selalu bersyukur “bukan saya yang mengalami kejadiannya”
“Jika saya yang mengalami, saya pasti juga sangat berharap ada orang yang bersedia mendengar+memberi saran agar suasana hati lebih nyaman when i feeling down, right…!”

Saat mengalami sendiri kejadian tersebut, kita terkadang bertanya-tanya “oh my God why me? When this is will be over??

Kira-kira 1,5 tahun yang lalu saya sedang berada “diposisi kurang nyaman dalam kehidupan, posisi yang saya sadar bahwa itu sebuah ujian dariNya”
Ujian yang berlangsung cukup lama, bahkan sempat terpikir entah seperti apa menyelesaikannya, dan akhirnya saya memilih “zero mind process” dan memilih “ya sudah laaah…”
kun fayakun deh…
Haqqul yaqin اَللّهُ turunkan kemudahan.
Klo udah pasrah, apa pun pasti mudah…

Hari kamis minggu lalu saya tersadar akan satu hal, dibalik ujian yang saya alami tahun lalu, ternyata اَللّهُ ingin mengajarkan kepada saya tentang ayat cintaNya.

Luar biasa sekali cara اَللّهُ memaksa saya untuk belajar…
Dan yang bisa saya ucapkan hari ini hanyalah اَلْحَمْدُلِلّهِ اَلْحَمْدُلِلّهِ اَلْحَمْدُلِلّهِ telah memilih saya melalui satu lagi fase kehidupan untuk menjadi hambaNya yang lebih baik lagi.

hingga di hari ini saat ujian telah berhasil dilalui, rasanya ingin tertawa…. bahwa ujiannya tak disangka udah selesai aja.

as simple as that

#justsay اَلْحَمْدُلِلّهِ

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *