Sayah dan nyonyah

‎ بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Hari jum’at kemaren saya kedatangan tamu, dia berkunjung karena “sudah lama tak jumpa” karena kami dipisahkan sejak 2014 karena saya pindah-pindah kantor.

bukan tamu juga sih sebenarnya, rada-rada complicated menjelaskan hubungan saya dengan nyonyah yang satu ini.
Pertama saya kenal dia sebagai
Temannya tante saya
Trus jadi temen
Trus jadi rekan kerja karena kami 1 kantor
Trus jadi bos karena si nyonyah di promosi
Trus jadi tante, kerena ade sepupu saya menikah dengan keponakannya..
Trus jadi sahabat, karena kami cukup lama bekerja sama, sampai sama-sama tahu banyak tentang pribadi masing-masing.
Kadang kala saya juga merasa dia sebagai Enemy 😂
Dimata saya dia juga ‘saingan’ dalam berbuat kebaikan…
Suka panas-panas gimana gitu klo dia berbuat baik, haaaaah…. #masaiyasayagabisaberbuatyangsamaataulebihbaik

Bisa dibilang si Nyonyah ini “tahu banyak banget tentang saya sebagai manusia”
Dia orang yang tepat “menggambarkan NANI ITU SEPERTI APA”
Karena bersamanya saya melalui banyak cerita kehidupan, darinya juga saya belajar banyak tentang kerjaan, bisa dibilang ada benang merah dari cara kami bekerja (kami seperti di copy paste untuk beberapa hal)
Ada kalanya saya ingin sekali mencekiknya dikala si nyonyah bertindak menyebalkan dimata saya atau saat kami berselisih faham urusan kerjaan, mungkin dia juga merasakan hal yang sama kepada saya…😝
Dari semua kebersamaan kami ini baik yang seneng, sedih, menyebalkan, gontok-gontokan ada satu hal yang kami sepakati “Ga Boleh Ngomongin Dibelakang Harus Blak-Blakan agar sama-sama bisa memperbaiki diri”.

Terakhir saya menghabiskan waktu bercengkrama bersama si Nyonyah sekitar 1 tahun yang lalu saat dia minta tolong dicekkan smartphone nya yang mulai error. Saya memang rutin membersihkan smartphone dan laptop temen”dikantor, termasuk gadget si nyonyah.
Waktu itu semaleman saya dirumah si nyonyah sejak sebelum magrib sampe jam 10 malam. Jarang-jarang saya berkunjung ke rumah orang, karena saya emang ga gitu suka pergi bertamu, bahkan saya jarang keluar rumah *AnakBapakBanget.

Kembali ke kisah kami di jum’at malam yang lalu, seperti biasa obrolan awal yang ringan-ringan aja karena ibu saya masih ikut nimbrung, saat tiba adzan magrib dan kami siap-siap sholat magrib, si nyonyah bilang “Nani ada banyak cerita yang mo saya ceritain”
Saya pun menjawab “siap bos, kita sholat dulu”
Beres sholat magrib kami pun bercerita dikamar saya & kamar saya kunci, karena sepertinya obrolan kami cukup berat… hmmmm

Benar saja, berbulan-bulan tak jumpa ternyata kami sama-sama memiliki rencana hidup yang diluar dugaan, yang tak pernah terbayangkan sebelumnya, kami sampai dititik ini.

Surprise banget dengan cerita si Nyonyah tentang rencananya tahun ini, begitu pula dirinya ketika mendengar cerita saya tentang rencana saya ke depan. Entah mengapa momentum kami tentang ‘Masa Depan’ berjalan masih beriringan walau kami jarang berjumpa.

Satu hal yang amat sangat saya syukuri bahwa sahabat saya ini amat sangat faham dengan “Nani Hari Ini” seccara gitu saya bercerita pake mewek terbawa perasaan…
😂😂

Saya pun bertanya “mba bisa memahami diriku yang sekarang kan ya?”
Nyonyah “saya kenal kamu udah lama, emang sudah saatnya semua ini terjadi padamu, ini sudah panggilan hati, baik Nani maupun saya sudah tak bisa menghindarinya, karena ini bagian dari Rencana اَللّهُ untuk kita, wallahu alam akan ada apa di masa depan terkait keputusan kita ini”

Lega sekali rasanya sempat berbagi banyak cerita bersama si Nyonyah.

Disatu sesi *serasaSyuting
Si nyonyah bercerita tentang keajaiban-keajaiban yang terjadi dalam hidupnya di beberapa bulan terakhir, dia bercerita hingga matanya berkaca-kaca.

Saya pun nyeletuk “itu kebetulan banget ya mba…”

Nyonyah “heeeh Nani, ga ada yang kebetulan dalam kehidupan ini, yang ada semua kejadian itu sudah اَللّهُ aturkan sebaik hari ini…”

Saya sih percaya banget bahwa setiap detik dalam kehidupan ini…
Malaikat-malaikat اَللّهُ sedang bekerja keras untuk mewujudkan do’a-do’a yang akan اَللّهُ kabulkan.

dibalik setiap pertemuan pastilah ada rencanaNya

IMG_3359

Karena jika kita mengetahui
‘cara اَللّهُ mewujudkan do’a kita pastilah kita akan terpana betapa اَللّهُ tak pernah sedikitpun melalaikan hambaNya’

Sebenarnya kalau dirangkum obrolan kami sekitar 3 jam itu bakal panjang banget.

Satu hal yang sangat saya syukuri bahwa sahabat saya ini sudah benar-benar HIJRAH
Hal itu terlihat dari sorot matanya dan dari lisannya….
Langkah besar yang dia lakukan untuk membuktikan kesungguhannya Hijrah ke jalan اَللّهُ adalah dia menjual 1 mobilnya untuk melunasi utang-utangnya di Bank karena dia sudah tidak ingin di jerat riba.
Dan satu hal lagi yang menjadi langkah besarnya, yang sering kami perdebatkan sejak awal kami kenal, dimana saya “anti asuransi” dan si nyonyah “bangga sekali dengan asuransinya diperusahaan bonafit”
Dan malam itu saya dengar sendiri dari lisannya bahwa dia menutup semua asuransinya tanpa peduli berapa banyak premi nya yang hilang atas keputusannya.

Jika cahaya Iman sudah اَللّهُ beri
Tak ada lagi yang dicemaskan
Selain azab اَللّهُ dihari hisab.

Atas dasar ini juga lah yang menyemangati saya bahwa “semua manusia bisa berubah atas ijin اَللّهُ ”

Akhirul kalam…
Semoga اَللّهُ
Berkenan mengijinkan iman ini tetap menacap dihati saya dan seluruh hambaNya
Hingga akhir hayat kami.
Ditorehkan diatas bumi اَللّهُ

With ❤️because of اَللّهُ
Slave of اَللّهُ Azza Wa Jalla

💕21 Jumadil Akhir 1438💕

*gambar dicomot di google

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *