Be prepared before the moment happen

‎ بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Sudah sejak lama, saya ingin belajar tentang memandikan dan mengkafankan jenazah, entah mengapa saya merasa ‘perlu’ untuk mempelajarinya.
Di kota saya, setiap kali bertakziah ke rumah orang yang meninggal dunia, orang yang mengurus pemandian dan kain kafan, orangnya ya itu-itu juga. Jadi saya bertanya-tanya “apa ga ada orang lain yang bisa melakukannya?”
Saya juga bercita-cita ingin jadi volunteer untuk perkara ini, semoga اَللّهُ meridhoi, *biar saya ga takut melakukannya.

Beberapa minggu yang lalu dibuka pendaftaran untuk pelatihan pengurusan jenazah, dari memandikan hingga mengkafankan. Pelatihan ini di adakan oleh grup pengajian didekat rumah, saya termasuk didalam grup WA pengajian yang pesertanya lebih dari 100 orang.
Tanpa fikir panjang saya langsung mendaftar.

Tadi malem adik saya si Ingkienk yang menjadi salah satu panitianya bercerita bahwa dia diminta menjadi ‘jenazah’ untuk pelatihan hari ini, saya langsung nyeletuk “diriku mau jadi mayatnya! Mau banget jadi mayatnya…” saya memang menantikan kesempatan ini, saya ingin merasakan seperti apa dikafankan selagi saya hidup, dengan harapan setelah saya merasakannya, saya bisa lebih menghargai kehidupan ini sebelum kematian benar-benar datang.

Dan hari ini pelaksanaan pelatihannya, setelah kemarin sore diadakan kajian tentang teorinya. Sebelum praktek dimulai, diriview sedikit tentang teori yang diajarkan sabtu sore kemarin.

Tibalah waktu prakteknya, saya pun diminta untuk berbaring guna diukur panjang badannya untuk menentukan ukuran kain kafan, saya deg-degan membayangkan bahwa saya benar-benar ‘sudah mati & siap dimandikan, dikafankan, disholatkan dan dikuburkan”
Jadilah saya diperlakukan seperti mayit, dimandikan hingga dibungkus kain kafan.

IMG_3553

Dari pengalaman yang saya lalui hari ini, ada beberapa hal yang saya dapatkan, antara lain sebagai berikut:
1. اَللّهُ mengabulkan permintaan saya untuk merasakan ‘dikafan selagi hidup’ اَلْحَمْدُلِلّهِ , hal ini terjadi setelah bertahun-tahun sejak saya ‘menghayalkannya’, *so, be careful with your mind, think good, pray good and good think will be happen اِ نْ شَآ ءَ اللّهُ
2. اَللّهُ mengabulkan permintaan saya untuk ‘diberi kesempatan belajar mengurus jenazah اَلْحَمْدُلِلّهِ ”
3. Mungkin kesempatan menjadi real volunteer will be happen for the next time, saya berdo’a kepada اَللّهُ semoga kesempatan Perdana datang ‘bukan dilingkungan keluarga/teman dekat”. *ini do’a serius.
4. Ternyata manusia selagi hidup, hobby banget bikin hidup yang simple ini jadi ribet banget, saat belajar menyiapkan kain kafan menggunakan kertas dan melihat kain kafan disiapkan, jujur aja saya teringat keribetan yang saya ciptakan saat menjahit kebaya wisuda dan baju seragam untuk lebaran, yang ribet milih model baju, bahan dan tukang jahitnya, belum lagi memikirkan kocek yang dikeluarkan untuk menjahit baju spektakuler itu, dan perasaan yang saya dapatkan dikala baju itu jadi, bahwa “baju gue baju paling wokeh sejagad raya”. Padahal klo diingat-ingat sekarang nih ya… “pasti ada banyak orang yang bisa bikin baju lebih wooow lagi dari baju yang bikin saya jadi sombong banget.
5. Saya merasa perlu untuk memandang kehidupan ini lebih simple lagi… membuat kehidupan yang saya jalani lebih sederhana lagi, baik dari pola fikir maupun kehidupan sehari-hari.
6. Ga perlu sombong dengan semua yang اَللّهُ pinjamkan ke kita, semua harta yang di cari, yang terkadang mengorbankan waktu, pikiran dan kesehatan yang ujung-ujungnya hanyalah kain kafan yang kita perlukan untuk dibawa kekuburan.
7. Jangan korbankan waktu yang tersisa untuk perkara yang sia-sia karena kematian bisa datsng kapan aja, pernyataan ustadz tadi pagi benar-benar me-refresh ingatan saya “untuk senantiasa doing good” agar kita dijemput dalam keadaan khusnul khotimah اِ نْ شَآ ءَ اللّهُ …
8. Jangan lupa membeli dan mempersiapkan kain kafan sendiri, agar tidak merepotkan orang lain. Saya sendiri membutuhkan kain sepanjang minimal 9 meter untuk membungkus jenazah saya suatu saat nanti.

Untuk pengalaman lusr biasa hari ini saya hanya ingin mengucapkan اَلْحَمْدُلِلّهِ

Haqqul yaqin bahwa semua hal “in my mind” yang belum terjadi…
‎ اِ نْ شَآ ءَ اللّهُ akan tiba waktunya suatu saat nanti, persiiiis seperti yang saya bayangkan selama ini.

So create your future with your mind
Pray for it
And
Fight for it

❤️slave of اَللّهُ

Nani adam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *